Showing posts with label Horor. Show all posts
Showing posts with label Horor. Show all posts

Tuesday, June 21, 2016

Unknown

Hilanglah Separuh Nyawaku

Sore itu, bersamaan dengan kumandang Adzan salat Ashar, Aku terbangun dari siumanku. Cahaya lemah di ruangan itu sudah cukup untuk menyilaukan kedua mataku yang baru tersadar dari operasi kuret yang barusan ku jalani. Operasi kuret? Tak terasa air mataku mengalir hangat menuruni pelipis dan jatuh ke bantal putih, tempatku masih terbaring sendiri. Dingin dari AC ruang operasi seolah mulai terasa perlahan merayap naik dari kaki, lalu kepaha, ke perut dan akhirnya mulai datanglah nyeri. Nyeri yang hanya bisa dirasakan kala para perempuan yang harus rela rahimnya dikorek, dibersihkan dengan besi peralatan operasi.
Namun rasa nyeri itu tak sebanding dengan sakit yang teramat sangat, karena janin penghuni rahimku yang selama enam bulan ini dijaga, disayang-sayang, akhirnya mati dan ke luar hanya menjadi sesosok mungil bayi merah yang tak bernyawa lagi. Sakit yang tak bakal terobati, karena bayi yang selama 7 bulan ini berdegup bersama irama jantungku, harus meninggal dan dikeluarkan dengan cara operasi. Dan hanya butuh 1 jam 25 menit di meja operasi, untuk menghentikan proses perjuanganku selama 7 bulan membesarkan janin di rahimku yang kini tinggal jasad dingin tak bernyawa dibalut kain putih untuk dimakamkan.
Aku masih sendiri, terbaring lemah di meja operasi, menunggu untuk dibersihkan dan dipindahkan ke ruang perawatan. Pandangan mataku menyeberang ruang, ku lihat ibu dan ayahku yang menunggu dari balik kaca tembus pandang jendela observasi. Dalam gurat-gurat ketuaannya, mereka berlinang air mata memandangku. Jangan tanyakan di mana suamiku, calon bapak bayiku yang tak jadi. Laki-laki yang menyemai benih di rahimku, yang akhirnya mati sebelum dilahirkan ke muka bumi. Jangan tanyakan karena itu akan lebih membuat nyeri atas dukaku karena kehilangan bayi. Namun jika memang kisah sedihku bisa menjadi pelajaran bagi yang lain, izinkan aku bercerita dengan caraku.
Aku menikahi laki-laki yang menjadi suamiku di usia yang masih sangat muda. Tamat SMA aku langsung dilamar untuk dinikahkan dengan bekas kakak kelasku, yang juga tetangga desaku. Dia anak seorang saudagar kaya, pengusaha penggilingan padi, kopra, dan distributor pupuk ternama dan terbesar di desaku. Aku tak bisa menolak, karena orangtuanya pun juga meminta kepada ayah dan ibuku. Aku tahu, sebenarnya ayah dan ibuku berat hati untuk melepaskanku menikah dengan dia. Mereka terpaksa melakukannya, karena segan dan merasa banyak berhutang budi kepada calon besannya, yang sering membantu memberi pinjaman uang atau beras untuk kebutuhan kami sekeluarga, dan pupuk untuk sawah kami yang luasnya tak seberapa.
Singkat cerita, hanya beberapa bulan setelah pesta pernikahan kami, ku pergoki suamiku bersama perempuan lain yang digandeng tangan olehnya ke luar dari sebuah hotel dan rumah makan di Makassar. Entah mengapa sore hari itu aku ingin melihat keramaian Kota Makassar yang jaraknya lumayan jauh dari desaku. Seolah dituntun aku menuju salah satu Mall yang kebetulan tak jauh dari hotel dan rumah makan di mana suamiku dan perempuan itu menghabiskan akhir pekan bersama. Ya, karena suamiku pamit ke luar kota untuk urusan bisnis sejak hari jumat malam sebelumnya.
Tak perlu ku ceritakan apa yang terjadi, singkatnya aku putuskan menggugat cerai dan dan pulang kembali ke rumah orangtuaku. Persidangan cerai yang melelahkan, karena mertuaku walau malu dengan apa yang terjadi, tak mau melepaskanku. Namun karena keteguhan niatku, akhirnya hakim memutuskan kami bercerai, karena suamiku pun juga mengaku telah berselingkuh dan mengkhianatiku. Ternyata perempuan itu adalah bekas pacar SMP-nya yang baru pulang dari Jakarta. Dan tak lama setelah pengakuannya, ku dengar dia mengikuti pacarnya untuk tinggal di Jakarta.
Kegoncangan batin yang ku alami, ditambah proses persidangan cerai yang memakan waktu dan menyita pikiran, membuatku abai atas pertanda dan gejala perubahan pada badanku. Ternyata aku baru sadar dan mengetahui bahwa aku sudah mulai hamil tepat saat memergoki perselingkuhan suamiku. Ternyata aku sedang hamil saat menjalani persidangan gugat cerai dan selama menjalani keseluruhan prosesnya. Dan aku baru tahu, sehari setelah gugatan ceraiku dikabulkan oleh pihak pengadilan, saat aku periksa ke dokter karena demam dan keluhan pada perutku.
Hari itu, duniaku serasa terguncang lebih keras lagi dari sebelumnya, demi mengetahui kenyataan ini. Namun ku kumpulkan sisa-sisa semangat hidupku untuk menerima kenyataan bahwa aku mengandung benih orang yang pergi mengkhianatiku, lalu mempersiapkan diri menerima kehadiran bayiku. Hari itu adalah 4 bulan yang lalu. Awal dari perjuanganku untuk bangkit dari prahara yang menimpaku sekaligus awal perjuanganku sebagai perempuan yang mengandung bayi yang ditinggalkan bapaknya yang memilih pergi bersama cinta lamanya.
Ku lihat kanan kiriku berbaring di meja operasi. Dalam pikiranku sekelebat terlintas pikiran untuk bunuh diri saja menyusul bayiku yang meninggal prematur di rahim rapuhku. Ada bermacam pisau operasi yang bisa ku pakai memotong nadiku. Ada berbagai macam obat-obatan yang bisa meracuni dan membunuhku seketika. Saat pikiranku untuk bunuh diri menguat, pandangan mataku kembali bertemu dengan pandangan ayah ibuku dari jendela kaca ruang observasi di samping ruang operasi.
Pandangan mata yang penuh dengan kesedihan sekaligus kelegaan sepasang orangtua yang menyaksikan aku anaknya selamat dari pendarahan yang hebat yang mengantarkanku ke meja operasi sekaligus melepaskan bayiku kembali kepada penciptanya. Pandangan mata berharap seolah memohon maaf berikut permohonan padaku untuk kembali kepada mereka. Kembali hidup dan kembali menjadi anak tunggal mereka, satu-satunya harta berharga yang mereka miliki di dunia.
Sambil memandangi mereka, ku bisikkan sebuah permohonan kepada Tuhan di dalam hati. “Baiklah Tuhan, aku terima hidupku yang kau berikan kembali pada hari ini. Aku ikhlaskan juga sebagian nyawaku yang kau ambil dariku hari ini. Tapi tolong sampaikan kepada anakku, bahwa aku sangat mencintainya seperti orangtuaku mencintaiku. Dan aku akan membalas cinta mereka, agar aku bisa bertemu dengan anakku yang menungguku dengan bangga di rumah terindahMu nantinya.”
Hilanglah Separuh Nyawaku


Sumber: Cerpenku
Read More

Thursday, June 16, 2016

Unknown

Si Pemuja Setan

“Ibu, lihatlah Anna mendapat hadiah.”
Aku menatap ke arah anak ku yang kini tengah berdiri di hadapanku sambil membawa kotak berwarna merah.

Tangan ku terjulur ke arahnya, membawa tubuh mungilnya kedalam pangkuanku. Aku menatap hadiah yang ada di tangan Anna bingung, pasalnya kami baru saja pindah ke rumah ini, rasanya aneh kalau tiba-tiba ada yang memberi hadiah pada anak ku.

“Kamu mendapatkannya dari siapa Anna?” Tanyaku padanya. Anna tidak langsung menjawab pertanyaan ku, ia malah terlihat gelisah, terlihat dari caranya mengayun-ayunkan kakinya.

“Kakak itu bilang kalau aku tidak boleh memberi tahu siapa-siapa,” Jawabnya sambil menundukan kepala.

Kakak siapa yang dimaksudkan oleh Anna? Kenapa aku merasa tak enak hati, aku merasa takut akan terjadi sesuatu dengan anak ku. Aku memeluk Anna erat, tanpa sadar airmata telah membasahi pipiku.

“Anna, berjanjilah pada Ibu, kamu tidak akan meninggalkan Ibu,” Ucapku sambil terus memeluknya erat. Anna hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil terus berkata Ibu jangan menangis saat ia mendengar suara isakan yang kucoba tahan sebisa mungkin.

Keesokan harinya saat aku bangun tidur aku sudah tak mendapati Suami ku yang biasanya masih terlelap di sampingku. Aku beranjak bangun dan keluar dari kamar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.

Rumah ini terasa sangat sepi dan juga terasa mencekam, aku merasa seperti ada yang tengah memperhatikan gerak gerik ku. Sejujurnya aku sudah merasa tak nyaman sejak pertama kali melihat rumah ini, rumah ini seperti menyimpan banyak misteri, apalagi katanya rumah ini berhantu, aku tahu tentang itu dari orang di sekitar sini saat aku tengah membeli bahan pangan kemarin sore.

Langkah ku terhenti saat mendengar suara tawa di kamar anak ku, aku lantas mendekat ke arah kamar itu dan mendekatkan telinga ke pintu, mencoba mencuri dengar suara apa itu sebenarnya.

“Hahah … kakak curang, ugh hentikan kak, hahah … geli,”

Kening ku berkerut bingung. Anna sedang bercanda dengan siapa?

Tangan ku terjulur hendak membuka pintu, namun…

Grep!

“Kenapa kau ada di sini sayangku?” Tanya sebuah suara sambil memeluk ku dari belakang. Aku kenal suara ini, ini adalah suara Suamiku. Membalikan badan, aku lantas menemukan wajah tampan suamiku yang tengah menyunggingkan senyum menawan.

“Aku hanya penasaran, Anna sedang bercanda dengan siapa?”

Aku melihatnya mengernyitkan kening, lalu ia pun melepas pelukannya dariku. Tangannya terjulur ke arah gagang pintu kamar Anna lalu membukanya. Suara derit yang terdengar saat pintu itu terbuka membuat suasana menjadi terasa mencekam. Jantungku sudah berdetak kencang. Menanti apa yang akan aku temukan di dalam kamar Anna.

Pintu terbuka sepenuhnya. Kami melangkah masuk ke dalamnya. Di atas kasur aku melihat Anna yang masih tertidur. Ini tidak mungkin. Jelas-jelas kalau tadi aku mendengar suara Anna yang tengah tertawa entah dengan siapa. Aku mendekat ke arah Anna, mengguncang tubuhnya pelan agar ia terbangun. Posisi tidurnya yang membelakangi ku membuatku tak bisa melihat wajahnya.

Aku terus mencoba membangunkannya tapi Anna tak juga bangun, tidak seperti biasanya. Padahal biasanya ia akan sangat mudah untuk dibangunkan. Aku mulai khawatir. Aku pun membalikan tubuhnya kearahku dan betapa kagetnya aku saat melihat wajah Anna dipenuhi luka sayatan. Darah menetes-netes dari luka sayatan itu. Aku memandangi luka itu dengan pandangan ngeri.

“ANNA!”

Aku berteriak kencang memanggil nama Anna sambil terus mengguncang tubuhnya yang mulai mendingin. Anna ku meninggal!

Aku menagis sejadi-jadinya. Mengabaikan suara suamiku yang entah mengatakan apa. Aku tak mau tahu! Anna ku, dia anak ku … dia harta berhargaku! Mengapa tuhan begitu kejam dengan mengambil Anna dariku!

Tanganku terjulur untuk menghapus darah yang terus menetes dari luka Anna. Pelan, sangat pelan. Aku takut Anna akan merasakan sakit jika aku menghapus darah itu dengan kasar. Padahal aku tahu, Anna ku sudah tak bernyawa lagi!

“Hahah … kenapa kau menangis istriku?”

Aku tercengang saat mendengar suara suamiku. Aku membalikan badan ke arahnya. Aku terkejut saat melihatnya tengah berdiri sambil memegang pisau daging. Matanya berkilat penuh bahaya. Senyumnya membuatku bergidik ngeri. Entah sejak kapan ia berganti baju dengan baju hitam terusan yang ada penutup kepalanya. Ia terlihat menyeramkan dengan dandanan seperti itu. Ia sudah mirip seperti pemuja setan.

“Ada apa dengan mu?” Tanyaku padanya.

Suamiku diam saja tak menjawab pertanyaan ku. Saat aku akan melangkah mendekatinya kedua kakiku tak bisa ku gerakan seakan ada yang menariknya dari bawah agar aku tak bisa pergi kemana-mana.

Aku menundukan kepala, melihat ke arah kedua kakiku saat aku merasakan nyeri di bawah sana. Aku menjerit saat melihat ada dua pasang tangan yang muncul dari lantai. Kedua pasang tangan itu memegang pisau kecil yang terlihat sangat tajam dan tangan-tangan itu terus menggores sepasang kaki ku.

Aku menangis semakin kencang saat ku rasakan pisau-pisau tajam itu tertancap di kaki ku, setelah menancapkan pisau tajam itu dua pasang tangan tadi langsung menghilang. Aku menjerit, melolong, meminta tolong pada suamiku, tapi bukannya menolong ia malah tertawa seakan apa yang tengah di saksikannya ini merupakan acara lawak yang sering di tontonnya.

“Siapa kau? Suamiku tidak akan berlaku kejam seperti ini,” Tanyaku padanya sambil melemparkan tatapan penuh benci padanya. Ia hanya tertawa dan terus tertawa. Suara tawanya semakin kencang dan membuat kedua telingaku berdenging. Saat aku menutup kedua telingaku dengan tangan, aku merasakan ada cairan yang keluar dari telingaku dan saat aku melihatnya ternyata itu adalah darah.

Aku harus pergi! Tapi kemana? Tidak mungkin jika lewat pintu. Aku harus melewati makhluk yang mirip dengan suamiku itu terlebih dahulu untuk bisa keluar. Tapi itu tak mungkin! Naman itu kan jalan satu-satunya untuk aku bisa terbebas dari makhluk itu. Oh tuhan, aku harus bagaimana?

Lagipula aku tak mungkin meninggalkan Anna. Jika aku keluar maka Anna pun harus ikut keluar bersama ku.

Aku menatap tepat pada kedua bola mata makhluk itu lalu berjalan mendekatinya. Aku tahu ini tindakan gila, secara tidak langsung aku telah menyerahlan diri untuk dibunuh olehnya. Tapi aku tak tahu harus apa, aku pasrah jika memang makhluk itu ingin membunuh ku. Aku melangkah dengan tertatih karena luka di kakiku terasa begitu menyakitkan setiap kali aku mencoba untuk menggerakannya. Makhluk itu menyeringai melihatku melangkah samakin dekat dengannya.

Saat aku sudah berdiri tepat tiga langkah darinya aku langsung berhenti melangkah. Senyum menyeramkan itu masih tertoreh di kedua belah bibirnya. Lalu dengan penuh keberanian aku mengatakan.
“Bunuhlah aku”

Seringaian di bibirnya semakin melebar saat mendengar perkataan ku. Sekilas aku melihat matanya berubah menjadi warna merah darah.

“Kau sangat berani istriku. Oleh karena itu aku akan memberikan kotak merah ini untuk mu. Kau senang bukan?”

Aku terkejut saat melihat kotak merah itu. Itu merupakan kotak merah yang pernah diperlihatkan oleh Anna padaku.

“Itu … kotak itu, kau dapat darimana?” Tanyaku sambil menunjuk ke arah kotak merah yang tengah di pegangnya. Oh tunggu. Bukankah tangan kanannya tadi memegang pisau daging? Kenapa sekarang ia malah memegang kotak merah itu?

Ia mengabaikan pertanyaan ku dan malah menyodorkan kotak merah itu padaku. Aku mengambilnya dengan tangan yang gemetaran. Ku buka kotak itu perlahan dan …

BUM

Semuanya berubah menjadi gelap. Aku tak bisa melihat apapun.

“ARGGHH”

Aku menjerit kencang saat merasakan rasa perih di pipiku. Aku tak bisa melihat apapun, yang bisa kulihat hanyalah warna hitam, semuanya gelap.

Kembali kurasakan rasa perih di kening ku, sampai sesuatu yang dingin menyentuh permukaan leher ku. Napas ku sudah tak beraturan, air mata terus berjatuhan. Aku tak tahu apa kesalahan ku. Sampai sebuah ingatan terlintas di pikiranku. Saat ada seseorang yang mengatakan kalau suamiku adalah pemuja setan dan suatu hari nanti aku akan menjadi korbannya. Aku yang mendengar itu tentu saja tidak percaya karena yang aku tahu suamiku terlalu baik untuk menjadi seorang pemuja setan, tapi sepertinya itu benar dan inilah bukti kalau suamiku memanglah pemuja setan. Mungkin dia jugalah yang telah membunuh Anna. Membunuh Anna dengan kekuatan setannya.

Benda dingin yang aku yakini adalah pisau daging itu semakin menekan leherku, aku pun bisa merasakan nyeri yang luar biasa karenanya. Mungkin leherku sudah berdarah sekarang.

“Kau tahu istriku? Rumah ini adalah tempat aku melakukan ritual pemujaan. Seharusnya kau percaya pada orang bodoh yang memberi tahumu waktu itu, tapi karena kau lebih bodoh dari orang bodoh itu, jadi wajar saja jika kau tetap percaya padaku”

“…”

“Sekarang kau akan menjadi korban ku yang berikutnya, hahahah”

“…”

“Kenapa kau diam saja istriku? Ups aku lupa. Kepala mu saja sudah terpisah, bagaimana kau bisa membalas perkataan ku coba? Hahahah”

“…”

“Selamat tinggal istriku!”

Si Pemuja Setan


Sumber: Cerpenku
Read More

Wednesday, March 23, 2016

Unknown

Bermimpi Petak Umpet

Cerita ini tentang adik kecilku, yang saat itu masih kelas 4 Sekolah Dasar. Saya masih di Sekolah Menengah, dan kakak ku baru saja masuk ke sekolah kejuruan. Kakak ku berada di sekolah penerbangan jadi dia jarang di rumah, sedangkan saya adalah anggota dari klub atletik sekolah jadi saya selalu lari pagi tiap hari.
Suatu hari di musim panas, saya bangun cepat seperti biasanya tapi adik kecilku, yang seharusnya masih tidur di bawah ranjangku, ranjang kami ranjang susun, sudah tidak di kasurnya. Saya pikir dia ke kamar kecil, jadi saya keluar tanpa memikirkan nya lagi. Tapi kemudian, saya menemukan nya tertidur di lantai di luar kamar kami. Saya membangunkannya sebelum pergi lari pagi. Ketika aku memikirkan nya lagi, aku baru sadar bahwa pintu kamar kami terkunci ketika saya keluar.
Dari hari itu dan seterusnya, adikku sering menghilang, dan tiap kali ditemukan sudah berada di suatu tempat dalam rumah kami. Walau dia tidak pernah keluar, dia selalu ditemukan bersembunyi di bawah meja, atau di sebuah tempat yang sempit di lemari.
Kami sudah melupakan semua tentang itu ketika di malam tahun baru, kami berkumpul dan bercanda-tawa tentang kenangan-kenangan bersama keluarga kami. Ibu mulai bercerita, “Kalian semua pernah berjalan mimpi.”
Saya bahkan tidak ingat kapan saya pernah berjalan dalam mimpi dan saya juga tidak tahu kapan kakak ku pernah begitu. Tapi tiba-tiba saya mengingat sesuatu. Saya menanyakan nya kepada kakak ku.
“Saat kau masih kecil, pernahkah kau bermimpi mimpi yang sama terus-menerus? Mimpi tentang bermain petak umpet?”
“Ya, jika saya tidak salah ingat, saya pernah bermimpi seperti itu ketika masih di sekolah dasar”.
“Terus anak yang bersamamu, apakah dia juga mengajakmu untuk ikut dengannya?”
“Maksudmu, ke pinggir sungai? Saya tidak pernah mengikutinya.” jawab kakak.
“Saya juga. Saya menolaknya. Tapi apakah kemudian dia mengatakan sesuatu? Seperti…” tanyaku lagi.
“Baik, tidak apa-apa. Aku akan membawa adikmu nanti.” saya dan kakak serempak mengatakannya.
Saya rasa di saat itulah saya berhenti memimpikan nya lagi. Bulan depan genap 13 tahun sejak adik kecil kami meninggal dunia. Suatu pagi di bulan Desember, saya pulang ke rumah dari lari pagi dan menemukan sebuah mobil ambulance terparkir di depan rumah kami. Ibu menemukan adik ku di kasurnya, sudah terbujur kaku.
Bermimpi Petak Umpet

Saya tidak tahu apakah adik kecilku bermimpi yang sama dengan kami. Apakah dia mengikuti anak itu ke pinggir sungai? Atau apakah karena dia yang paling kecil di antara kami? Atau mungkinkah dia meninggal karena suatu penyakit yang belum diketahui?
Saya memutuskan tidak memberitahu orangtuaku tentang hal ini. Ini adalah rahasia yang hanya saya dan kakak yang tahu.
Read More

Monday, March 21, 2016

Unknown

Penunggu Bis Berdarah

Hai, perkenalkan namaku suci indah sari biasa dipanggil indah tapi terserah mau dipanggil apa saja karena itu gak penting. Di kiriman aku yang ke-6 ini aku akan menceritakan kisah imajinasiku.

Aku sedang dalam perjalanan ke rumah dengan bis malam. Kulihat seorang kakek tua naik dan menawarkan buku-buku pada penumpang. "bukunya nak? Ada macam macam nih silat, agama, cinta-cinta pokoknya banyak dek" ujar si kakek. Aku yang sedang tak bisa tidur pun tertarik. "ada buku horor gak kek?" tanyaku. "oh suka cerita horor ya? Kebetulan sisa satu, pas lagi ceritanya tentang bis yang ditinggali banyak arwah penasaran judulnya "penunggu bis berdarah" seram pokoknya" ujarnya. "boleh juga tuh, berapa harganya?" tanyaku. "Rp 95.000, nak" katanya. "wow, mahal banget kek" kataku kaget. "ya namanya juga buku best seller. Semua yang baca buku ini kabarnya syok loh waktu baca endingnya" si kakek promosi ala salesman.



Penunggu Bis Berdarah

Aku pun mengalah, entah kenapa pada saat aku serahkan uang tersebut ke kakek, tiba tiba petir menggelegar. Angin mulai bertiup kencang. Si kakek turun dari bis, namun tiba-tiba berhenti dan menolehkan wajahnya pelan pelan ke aku. "nak" ujarnya lirih "apapun yang terjadi harap jangan buka halaman terakhir. Kalau tidak nanti kamu akan menyesal dan saya tidak mau bertanggung jawab" peringatnya.

Jantungku berdegup kencang, saking takutnya aku sampai tidak mampu menganggukan kepala hingga si kakek turun dari bis dan menghilang ditelan kegelapan.

Pada saat tengah malam aku selesai membaca seluruh buku tersebut, kecuali halaman terakhir. Memang benar seperti yang dikatakan si kakek buku itu benar-benar menegangkan menyeramkan.

Bis melaju kencang, kilat menyambar bergantian, dan terdengar suara guruh menggelegar. Aku melihat sekeliling ternyata semua penumpang sudah terlelap. Bulu kuduk ku merinding. "baca halaman terakhir gak ya?" pikirku bimbang. Antara penasaran dan takut berbaur jadi satu. Di luar malam tampak makin gelap. "ah sudahlah, sekalian saja nanggung" dengan tangan gemetar aku pun membuka halaman terakhir buku tersebut secara perlahan. Setelah terbuka semuanya terdapat sebuah tulisan darah "bangkitlah semua jiwa-jiwa yang ada disini" hanya kata itu yang tertulis.

Tiba-tiba hawa menjadi dingin dan mencekam. Terdengar suara geraman di seluruh bangku bus kecuali aku. Kulirik, semua penumpang berwajah pucat dan menatap marah padaku. Mereka menghampiriku. Secara bersamaan tangan-tangan dingin itu mencekik. Seketika semuanya gelap.

Aku merasakan jiwaku sangat ringan. Aku melihat tubuhku terbaring kaku di kursi. Di buku itu terdapat tulisan baru "kini kamu telah menjadi bagian dari jiwa-jiwa di bis ini".
Read More

Saturday, March 19, 2016

Unknown

Suara Aneh

Hai penggemar cerita-hantu.com kenalkan namaku Floya. Panggil saja Flo! ini adalah kisah nyata satu tahun lalu. Saat itu aku masih kelas 3 SMA, tepatnya saat malam minggu. kebiasaanku berkumpul bersama teman di depan rumah, ngobrol kesana kemari sampai larut. Namun malam ini sedikit berbeda, mungkin karena mendung dan ditambah semilir angin membuat bulu kuduk merinding.
Sebenarnya aku merasa ada yang memperhatikan dari atas pohon (di depan rumahku ada pohon chery yang cukup besar), aku tentu tidak memperdulikannya. Sampai akhirnya ada yang melempar sebuah batu kecil ke arah kami dari samping rumah, kami spontan terkejut dan menoleh dari mana arah batu tersebut, tapi sepi tidak ada orang.
aku: “siapa?”
………. (hanya suara jangkrik yang aku dengar).
Kami tak lagi mengobrol, lalu aku mencairkan suasana pada saat itu.
aku: “hehe, sudah itu paling paman. beliau suka godain aku”
dewi: “diem deh flo, coba kamu ketawa lagi”
aku: “hehehe, apa an sih?” (setiap aku tertawa ada juga yang tertawa, diatas pohon).
Kami mulai tak tenang. kemudian suara tawanya makin keras, lalu ada yang melempar batu kecil lagi. Kali ini lebih banyak, jujur aku jadi takut. Saat itu waktu menunjukan jam 00:15 WIB. Dewipun berpamitan, karena takut dia minta diantar, rumahnya tak seberapa jauh sekitar 70 meter.
Suara Aneh

Jalan kami awalnya lambat, pas disamping pohon ada yang tertawa kencang. Tepat di telinga kami, aaa… lari. Kami lari, aku menoleh ke belakang dan aku melihat ada wujud seperti seekor babi hitam. Memiliki sayap, dia (babi) berlari mengikuti kami. Tapi beberapa detik wujud itu hilang, entah terbang atau kemana.
Sampai sekarang, terkadang tawa (Suara Gaib) itu masih sering terdengar. Tapi aku mulai terbiasa, maaf kalau cerita pertamaku kurang seram, tapi ini nyata. Mereka ada dan mereka hanya ingin ikut ambil bagian kecil di hidup kita
Read More

Friday, March 18, 2016

Unknown

Hantu si Tukang Ojek

Nama aku dukhan, aku mau ceritakan kisah misteri yang aku alami. Langsung aja yah, kejadian nya hari kamis tahun 2000 saat itu aku masih kelas 2 smp. Aku bersama saudara saudaraku berniat pulang sehabis silaturahim ke rumah saudaraku di cicayur tanggerang. Saat itu pukul 5:30 sore, aku berangkat ke stasiun cicayur bersama saudara saudaraku jalan kaki dan agak jauh jaraknya ke stasiun.
Ketika itu posisi langit agak gelap karena hawa nya mendung mau magrib pula, saat itu cicayur masih kebon dan banyak pohon bambu dan jarak rumah warga juga jauh, gak rapat kayak sekarang. Kira-kira 500 meter lagi dari stasiun ada satu rumah yang di depan nya ada pohon kecapi dan pohon manggis yang posisinya memang ada di pinggir jalan.
Aku bersama saudara saudaraku jalan sambil ngobrol, begitu juga nyokap ngobrol juga sama tante, sekilas dari kejauhan aku gak merasa ada yang aneh di sekitar rumah ini. Namun ketika jarak sekitar 10 meter tiba tiba yang tadinya kita pada sibuk ngobrol tiba tiba semua pada diam gak ada suara termasuk aku juga diem.
Karena ada sesuatu yang tiba tiba muncul di bawah pohon kecapi, sumpah nih bibir gak bisa ngucap cuma bisa nunduk sambil jalan pelan pelan karena tepat di bawah pohon kecapi ada pocong berdiri dengan muka rusak penuh darah, begitu juga bagian badan nya darah semua sampai kain kafan merah semua.
Kita semua tetap jalan ngelewatin nih pocong sampai akhirnya kita tiba di stasiun tanpa ada yang ngomong sama sekali. Baru pas sampai rumah semuanya pada cerita karena aku kira hanya aku saja yang lihat tuh pocong, ternyata semuanya lihat. Beberapa hari kemudian saudaraku yang di cicayur telepon nyokap tanya keadaan. Terus nyokap cerita ke saudaraku yang disana.
Hantu si Tukang Ojek

Ternyata eh ternyata itu yang kita semua lihat itu tukang ojeg yang ke tabrak kereta api dan rumahnya memang disitu, cukup sekian cerita dariku terima kasih.
Read More
Unknown

Teror si Jubah Hitam

Hai friend, perkenalkan namaku suci indah sari biasa dipanggil indah tapi terserah kalian mau manggil apa karna itu gak penting. Di kiriman aku yang ke-5 ini seperti biasa aku akan menampilkan kisah imajinasi aku karna aku suka sekali melamun. Ok tanpa banyak bicara lagi kita mulai ceritanya.

Pagi yang cerah, aku sudah sampai di sekolah. Tapi tumben satpam sekolah belum membukakan pintu padahal sekarang sudah jam 6.15 pagi. Aku segera membuka kunci karna kebetulan tidak digembok.

Setelah berkeliling sekolah suasana sangat sepi sekali, lalu kurasakan ada yang memegang pundak ku. Saat aku menoleh ternyata itu pak satpam. "ih bapak! Ngagetin aja" kataku sebal. "maaf dek, ng.. Ngapapin disini? Bukan nya hari ini libur?" tanya pak satpam. "oh libur! Pantesan suasananya sepi gini, maaf ya pak kemarin saya gak masuk jadi gak tau" ucapku. "gak apa-apa dek, mendingan adek pulang saja bahaya!" suruh pak satpam. Aku mengangguk lalu berjalan pergi. Aku masih bingung apa maksud pak satpam? Kenapa dia bilang bahaya? Ah, sudahlah. Saat aku lagi nungguin mobil jemputan, ada sms dengan no gak dikenal berisi "cepat kembali ke sekolah bila ingin melihat hal yang menarik".

Karena penasaran aku langsung berlari masuk ke sekolah, aku terkaget saaat kulihat pak satpam jatuh tersungkur dan disampingnya terdapat jubah hitam sedang mengangkat kapaknya tinggi-tinggi.

Aku tak bisa dengan jelas melihat wajahnya karena dia membelakangiku. Aku segera berlari, kutengok ke belakan jubah hitam itu mengejarku. Dia tidak bermuka. Aku masuk ke ruang guru dan langsung mengunci pintu.

Kulihat jubah hitam itu melayang hampir sampai kesini. Aku mengumpat di kolong meja, tiba-tiba ada yang menepuk pundak ku. Seketika badanku kaku, aku tak mampu menengok ke belakang. "hei, tenanglah" bisik seseorang dibelakang ku itu dan ternyata bagas pacarku. "gas! Kok ada disini?" tanyaku sambil berbisik juga. "aku juga gak tau hari ini libur" jelasnya. 



Teror si Jubah Hitam

Tiba-tiba terdengar ada yang membongkar pintu guru dan jubah hitam itu masuk. Keringat dingin keluar dari dahiku. "tahan nafas, dia gak punya wajah tapi dia bisa mencium bau" jelasnya. Aku mengangguk lalu tahan nafas. Dengan perlahan lahan kami berjalan melewati jubah hitam itu tapi saat di pintu tak sengaja aku bersin. Jubah hitam itu menengok dan mengangkat kapak, tapi untung saja tak kena. Kami langsung berlari keluar. "mama! Tolong ma!" teriak ku. Bagas membekap mulutku lalu menarik ku masuk ke kelas kami.

Dikelas sangat gelap walau matahari di pagi ini cerah tapi karena ada gorden yang menutupi jadi gelap. Ditengah sunyi itu aku berbisik "gas, kok gelap banget sih". Tapi tak ada sahutan dari bagas. "gas..! Bagas! Kamu dimana" kataku setengah berbisik. Tiba-tiba lampu menyala dan kulihat diseluruh ruangan hanya ada jubah hitam dimana-mana. Aku berteriak dan menutup mata, aku berusaha membaca doa apa saja yang aku bisa.

Karena sudah terlalu lama hening aku membuka mata. "Happy Birthday Indah, Happy Birthday Indah, Happy Birthday... Happy Birthday... Happy Birthday.." teriak semua murid temanku dengan memegang topeng dan jubah. Disebelahku ada bagas memegang kue. Aku menangis terharu. "ih kalian bisa aja sih bikin kejutan nya! Menegangkan banget tau buat aku" teriak ku sebal. Mereka semua tertawa. "eh, tapi kok tadi kalian ngancurin pintu ruang guru sih? Terus nyerangnya beneran lagi" tanya bagas. "kita gak ngancurin pintu koq, cumam ngejar-ngejar doang" kata salah satu temanku.

Deg! Seketika kelas jadi hening. "te.. Terus.. Apakah pak satpam ma.. Mati beneran?" tanyaku sambil menunjuk pak satpam yang terkujur kaku dengan darah mengalir di leher, perut, dan kepalanya. Kelas menjadi dingin dan mencengkam.


Lalu kulihat dipojok kelas paling belakang ada 1 jubah hitam dikelilingi oleh asap hitam pekat belum melepas jubahnya. Dia juga mengangkat kapak nya, apa jangan-jangan.. Dia?! Aku menatap takut ke arahnya. Semua mata langsung menuju ke sudut kelas... Dan jleb! Terciumlah bau anyir darah dikelas ini.
Read More

Thursday, March 17, 2016

Unknown

Diculik Oleh Makhluk Halus Wewe Gombel

Para pencinta cerita misteri perkenalkan nama saya, Luki Saepudin,pangilan akrab saya uki. Kali ini

saya akan berbagi kisah nyata misteri, yang mana kisah nyata ini diceritakan oleh nenek saya kepada saya, ketika saya masih duduk dibangku kelas 6 SD.

Dulu nenek punya anak laki-laki pertama dari 7 bersaudara, namanya Dadan. Ketika dadan berusia 9 tahun, waktu itu dadan sedang bermain sama teman-teman seusianya. Namun tidak seperti biasanya sudah hampir menjelang magrib dadan belum pulang juga. Sontak nenek pun jadi cemas dan khawatir.

Segera saja nenek mencari dadan dan menanyakan ke teman-teman nya, tapi kata teman-teman nya dadan sudah pulang kerumah. Nenek pun bertambah bingung kemana dadan perginya, pada waktu itu nenek tingal di pedesaan dimana penduduknya masih belum padat dan cenderung tempatnya masih banyak pepohonan besar yang terbilang cukup angker. Sampai larut malam pun dadan belum juga ditemukan.

Tak henti-hentinya nenek terus menangis, pada waktu itu kakek saya sama Pak RT dan warga setempat terus melakukan pencarian. Singkat cerita pencarian sudah hampir 1 minggu tapi dadan belum juga ketemu. Akhirnya salah satu warga mengusulkan kepada kakek saya untuk menemui sesepuh adat setempat yang dikenal kata orang mempunyai ilmu silat dan ilmu kebatinan, singkat cerita kakek pun datang menemui sesepuh adat dan menjelaskan apa yang terjadi.

Alangkah kagetnya kakek, kata sesepuh adat. Dadan hilang dibawa wewe Gombel dan kata sesepuh adat tunggu saja sampai beberapa hari ke depan, dadan akan pulang kembali ke rumah. Setelah hampir 2 mingu menghilang akhirnya dadan kembali kerumah.


Diculik Oleh Makhluk Halus Wewe Gombel

Paginya nenek menemukan dadan dalam keadaan tertidur diluar, didalam sebuah kurungan yang besar tempat ayam jantan atau ayam pelung berjemur, setelah bangun dadan bercerita bahwa dia dibawa jalan-jalan sama makhluk yang menyeramkan. Setelah itu semingu kemudian dadan jatuh sakit dan akhirnya meningal dunia. Nenek sangat terpukul sekali, tapi nenek juga berusaha untuk tetap tegar.
Read More

Tuesday, March 15, 2016

Unknown

Cerita Hantu di Rumah Sakit

Cerita hantu di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang angker ini diambil dari pengalaman nyata. Kisah horor dan menyeramkan ini membuat orang yang mengalaminya menjadi tidak bisa tidur berhari-hari bahkan sampai berminggu-minggu lamanya karena dia selalu dibayang-bayangi oleh kejadian tersebut. Cerita hantu di rumah sakit ini dialami oleh seseorang yang tidak ingin disebutkan namanya, namun dia ingin berbagi ceritanya kepada semua orang melalui internet. Dan blog cerita-lengkap.com merangkum kisah menyeramkan tersebut di artikel ini.

Cerita Hantu Di Rumah Sakit

cerita hantu di rumah sakit
Cerita hantu di rumah sakit ini adalah kisah nyata yang dialami oleh Rahman (nama disamarkan). Saat itu Rahman bersiap untuk pulang sekolah dan mengerjakan banyak tugas yang diberikan oleh gurunya. Dia pulang dengan tergesa-gesa karena tugasnya begitu banyak. Rahman tinggal di rumah bersama ayah, ibu, dan neneknya di daerah Jakarta. Sesampainya di rumah, dia dikejutkan dengan keadaan ayahnya yang penyakitnya semakin parah. Ayahnya sudah lama mengidap penyakit di kaki yang cukup parah sehingga membuatnya selalu kesakitan saat berjalan ataupun melakukan aktifitas yang berkaitan dengan menggunakan kaki. Awalnya ayah Rahman mengalami kecelakaan yang tidak terlalu parah, namun di kakinya terdapat luka kecil yang mungkin tidak segera di bersihkan sehingga menyebabkan infeksi. Melihat ayahnya kesakitan sampai mengeluarkan air mata, Rahman meminta kepada ibu dan neneknya untuk membawa ayahnya itu ke salah satu rumah sakit kecil di Jakarta. Akhirnya malam itu ayah Rahman dibawa oleh ibu dan neneknya bersama dengan pamannya yang turut membantu meminjamkan mobil dan mengendarai mobilnya. Namun Rahman tidak ikut karena dia akan sibuk untuk mengerjakan tugas dari gurunya.
Keesokan harinya, Rahman pergi ke sekolah dengan tugasnya yang siap dikumpulkan. Rahman pergi meninggalkan rumah tanpa bekal ataupun sarapan karena ibu dan neneknya belum pulang dari RS. Ibu dan pamannya juga susah untuk dihubungi oleh Rahman. Di sekolah, Rahman merasa sangat cemas dan fikirannya penuh dengan hal negatif. Sepulang sekolah-pun Rahman belum mendapati keluarganya pulang. Dan saat malam hari akhirnya Rahman mendapat telepon dari ibunya. “Rahman, maaf nak ibu baru bisa menghubungi kamu. Ayah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo nak karena penyakitnya sudah sangat parah. Untungnya kita memiliki kartu kesehatan program pemerintah sehingga kita tidak perlu bayar mahal. Bisakah kamu kesini untuk menjaga ayah? Ibu mau pulang dulu ada urusan yang harus diselesaikan” ujar ibunya di telepon. Akhirnya Rahman mau pergi ke RSCM untuk menjaga ayahnya malam itu. Rahman pergi meminta antar kepada salah satu sahabatnya di sekolah, dan dia juga meminta agar menyampaikan bahwa esok dia tidak akan masuk sekolah karena harus menjaga ayahnya di rumah sakit.
Sesampainya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rahman langsung bergegas ke ruangan dimana ayahnya dirawat. Begitu sampai di ruang tersebut, ibu, nenek, dan paman-nya langsung pulang. Malam itu Rahman akan menjaga ayahnya sendirian. Di ruangan tersebut ada sebanyak 6 tempat tidur, tetapi kebetulan saat itu hanya ayahnya seorang yang ada di ruangan tersebut. Rahman yang memiliki karakter penakut hanya bisa duduk diam di samping ayahnya. Dia tidak mau beranjak sedikitpun dari tempat duduknya karena suasana yang hening. Hari semakin malam dan suasana semakin sepi. Rahman akhirnya tertidur sambil duduk dengan kepala yan disandarkan di samping ayahnya. Tiba-tiba ayahnya membangunkan Rahman, dia meminta Rahman untuk memanggilkan suster karena sakitnya terasa sangat sakit. Mau tidak mau Rahman bergegas menuju tempat suster. Rahman melewati lorong di RSCM yang sangat sepi karena waktu menunjukkan pukul 01.00 dan dia berjalan sendirian. Di lorong tersebut Rahman berjalan dengan sangat cepat karena dia merasa ketakutan dengan suasana yang terlihat cukup angker, sepi, dan juga gelap. Akhirnya Rahman sampai di tempat suster, dia memanggil suster untuk melihat keadaan ayahnya. Rahman kembali ke ruangan ayahnya bersama dengan suster.
Setelah sampai di ruangan ayahnya, suster memanggil dokter namun Rahman hanya diam disamping ayahnya. Saat dokter datang, ayahnya diperiksa, dan ternyata tanpa diduga kaki ayah Rahman harus segera diamputasi karena infeksi yang semakin parah dan menyebar. Rahman merasa bingung, takut, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Sementara dokter menyarankan agar salah satu keluarga harus segera menandatangani surat persetujuan operasai dan tidak boleh dinanti-nanti lagi. Karena Rahman kesulitan untuk menghubungi ibunya, akhirnya Rahman sendiri yang menandatangani surat tersebut. Untungnya dokternya juga membolehkan surat tersebut di tanda tangani oleh anaknya sendiri. Setelah itu masih ada satu masalah lagi yaitu surat-surat persyaratan agar operasi tersebut tidak perlu membayar mahal harus di foto copy beberapa lembar. Akhirnya Rahman kembali meninggalkan kamar ayahnya untuk memfoto copy semua surat-surat tersebut. Di perjalanan Rahman kembali melewati lorong gelap di RSCM tersebut. Tiba-tiba, seorang wanita dengan pakaian yang kotor dan penuh robekan sedang berbicara sendiri. Rahman berjalan dengan biasa saja sambil melirik ke arah wanita tersebut. Wanita tersebut adalah orang gila fikirnya karena dia berbicara sendiri sambil tunjuk-tunjuk dan pakaian yang digunakan juga cukup kotor.
Singkat cerita akhirnya Rahman selesai memfoto copy semua persyaratan tersebut. Rahman segera bergegas kembali ke ruangan ayahnya dirawat. Begitu sampai ke lorong, Rahman merasa sangat ketakutan karena akan bertemu kembali dengan orang gila yang tadi sedang berbicara sendiri. Terlihat dari kejauhan, ternyata orang gila tersebut sudah tidak ada. Rahman merasa sangat lega karena orang gila tersebut sudah tidak ada. Dia kembali berjalan cepat di lorong tersebut, dan secara tiba-tiba ada suara seperti wanita menangis. Rahman semakin panas, bulu kuduknya berdiri, jalannya semakin cepat. Akhirnya dia melewati sumber suara tersebut. Namun Rahman penasaran dan katakutan sehingga dia menengok ke arah belakang untuk melihat apakah ada seorang wanita yang menangis tersebut. Tiba-tiba terlihat dari kejauhan ada penampakan suster ngesot yang sedang menuju kearahnya. Wajahnya tidak terlalu terlihat jelas karena kondisi di lorong tersebut sangat gelap, namun yang terlihat oleh Rahman wajahnya sangat penuh dengan luka dan juga terlihat begitu menyeramkan. Rahman kaget dan sangat ketakutan sampai akhirnya dia berlari ke ruangan ayahnya. Sesampainya di ruang ayahnya, ternyata pamannya sudah ada di sana. Dan Rahman menceritakan apa yang telah terjadi malam itu ke pamannya.

Cerita Hantu di Rumah Sakit

Cerita Hantu Di Rumah Sakit

Cerita hantu di rumah sakit RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) bukan hanya dialami oleh Rahman. Banyak orang yang melihat sosok aneh dan menyeramkan. Terutama di bagian lorong yang terkenal angker tersebut, tidak sedikit orang yang melihat penampakan bayangan yang melintas. Jika kamu sedang berada disana dan juga sedang beruntung, maka kamu akan melihat sosok-sosok menyeramkan tersebut disana. Semoga cerita nyata ini bisa memberikan hiburan khususnya bagi kalian yang penasaran dan ingin membaca cerita hantu di rumah sakit.
Read More
Unknown

Cerita Horor di Kota Bandung

Cerita horor di Bandung nyata yang bikin merinding – ada kisah menyeramkan di kota kembang. Tidak sedikit orang yang di ganggu di daerah yang bisa dibilang cukup angker ini. Jalan Taman Sari, itulah salah satu jalan yang bisa menguji nyali kamu. Pepohonan yang berada di pinggir-pinggir jalan tersebut juga menambah keseraman semakin terasa di jalan tersebut. Berikut ini adalah salah satu kisah horor nyata di jalan tersebut yang akan dirangkum ke artikel cerita horor di Bandung pada kesempatan kali ini.

Cerita Horor Di Bandung

Cerita horor di Bandung memang cukup banyak. Tetapi saya tertarik untuk menceritakan kisah seseorang yang cukup menarik dan bisa membuatmu merinding dan tidak ingin mencoba melintasi jl.taman sari di malam hari. Pada awalnya seseorang tersebut adalah salah satu mahasiswa di ITB yang letaknya adalah di daerah tersebut. Kita sebut saja namanya yaitu Yanto.
cerita horor di bandung
Yanto baru selesai melakukan aktifitasnya yaitu berkumpul bersama teman-temannya di salah satu warung yang ada di jl.ganeca. Jalan tersebut letaknya cukup dekat menuju ke jalan taman sari. Saat itu Yanto pulang cukup malam sekitar pukul 23.00 dan akan menuju kost nya dengan berjalan kaki karena tidak terlalu jauh. Entah kenapa Yanto yang biasa pulang lewat ke jalan lain, justru malam itu dia ingin lewat ke jalan taman sari yang memang tidak ada penerangan sama sekali. Yanto berjalan sendirian di trotoar yang membatasi kebun binatang, dan di seberangnya adalah trotoar yang membatasi kampus ITB. Saat itu Yanto berjalan sangat pelan, dan dia merasakan di seberangnya ada sesuatu yang mengikuti langkahnya itu. Namun Yanto tetap berjalan dan berusaha berfikir positif bahwa itu hanyalah bayangannya saja. Tetapi setelah berfikir, di jalan tersebut sangat gelap dan tidak ada cahaya sehingga tidak mungkin ada bayangannya sendiri. Saat itu Yanto berjalan tanpa ada satupun kendaraan melintas di jalan tersebut, sehingga Yanto mulai mempercepat langkahnya. Merinding, namun mencoba tetap untuk tenang, begitulah yang dirasakan Yanto saat itu. Diapun sesekali melakukan lari kecil, dan masih terasa saja bayangan tersebut mengikuti tepat di seberangnya. Langkah pelan dan cepat, bayangan tersebut tetap mengikuti Yanto. Semakin terasa pula bahwa bayangan tersebut bukanlah berjalan, tetapi melayang. Yanto tetap tidak ingin menengok ke seberangnya sedikitpun. Hingga ada sebuah mobil melintas cepat dengan lampu yang cukup terang, Yanto memberanikan diri melihat ke seberang. Namun saat itu mobilnya melintas sangat cepat sehingga penglihatan Yanto tidak terlalu jelas melihat ke arah seberangnya itu. Dan setelah mobil tersebut mulai menjauh akhirnya Yanto merasa ketakutan dan mulai berlari dengan cepat menuju ke ujung jalan karena ada salah satu toko circle K yang memiliki penerangan. Keringat dingin menyelimuti diri Yanto, dan dia tidak melihat apapun di seberangnya itu. Sejenak dia beristirahat di depan trotoar circle K sambil terus memperhatikan kembali daerah sekitar jalan tersebut. Saat dia sudah mulai tenang dan capenya sudah hilang, Yanto berniat untuk kembali meneruskan perjalanannya. Namun tiba-tiba sosok kuntilanak sedang berdiri dengan kaki melayang tepat di depan Yanto. Yanto ketakutan bukan main, dia berlari terbirit-birit menuju kostan-nya tanpa menengok lagi ke arah manapun selain jalan di depannya.

Cerita Horor di Kota Bandung

Cerita Horor Di Bandung

Cerita horor di Bandung tepatnya di jl.taman sari memang cukup membuat bulu kuduk berdiri. Tidak hanya kisah Yanto, masih banyak orang-orang yang dikejutkan dengan sosok kuntilanak di jalan tersebut. Ada pula salah satu kelompok yang menguji nyali dengan tidak menjaga perkataanya, dengan sengaja mereka melakukan itu untuk memancing kuntilanak tersebut dan memberhentikan mobilnya tepat di jalan yang tidak memiliki penerangan sedikitpun, tiba-tiba sosok kuntilanak tersebut tepat berada di depan kaca mobilnya dengan wajah yang sangat menyeramkan. Masih banyak cerita horor lainnya di jalan taman sari, jika kamu beruntung di jalan tersebut kamu juga bisa bertemu dengan si kunti tersebut. Sekian untuk artikel kali ini tentangcerita horor di Bandung.
Read More
Unknown

Cerita Hantu Pocong di Kuburan

Cerita hantu pocongseram di kuburan yang diambil dari kisah nyata ini bisa membuatmu merinding. Baca kisah horor dari seseorang yang tinggal di daerah perkampungan ini bersama dengan teman atau keluarga, jangan membacanya sendirian jika kamu adalah penakut karena cerita hantu pocong ini bisa membuatmu ketakutan. Pengalaman menyeramkan dari tukang ojek pangkalan ini bisa memberikan cerita seram bagi semua para pembaca yang sedang hadir di blog ini.

Cerita Hantu Pocong

Cerita hantu pocong ini jangan dibaca sendirian jika kamu adalah seorang yang memiliki karakter penakut. Jauh di sebuah perkampungan di suatu daerah di kab.Bandung Barat, ada cerita horor yang menyeramkan. Kisah ini dialami oleh Heru (nama disamarkan) yang bekerja sebagai tukang ojek di daerah tersebut. Kebetulan saat itu Heru mendapat bagian ngojek bagian malam. Maklum di daerah tersebut tukang ojek sangatlah banyak sehingga mereka membagi-bagi waktu untuk bergiliran sebagai tukang ojek. Heru yang sedang menabung untuk menikahi salah satu gadis di desa sangat ulet dalam bekerja.
Saat itu Heru mulai stay di pangkalan pada jam 6 sore. Dia di pangkalan bersama 4 orang tukang ojek lainnya yang juga temannya sendiri. Jam 7 malam Heru mendapat penumpang pertamanya, dia mengantarkan jauh ke dalam kampung dekat rumahnya (kebetulan penumpangnya perempuan muda yang baru pulang bekerja sehingga Heru sangat senang). Setelah sampai mengantarkan perempuan tersebut, Heru kembali ke pangkalan dengan melewati jalan pintas agar sedikit mengirit bensin. Heru melewati pemakaman umum yang tidak ada penerangan sedikitpun, tetapi dia cuek saja karena memang belum pernah ada kejadian aneh di pemakaman tersebut.
Singkat cerita Heru sampai di pangkalan. Di pangkalan Heru kembali mengobrol dengan tukang ojek lainnya sambil menunggu penumpang selanjutnya. Jam 7 lewat 40 menit Heru mendapat penumpang keduanya. Penumpang tersebut adalah tetangganya sendiri sehingga Heru mengantarkannya melewati kuburan yang biasa dia gunakan sebagai jalan pintas karena tetangganya itu terkenal pemberani. Setelah selesai mengantarkan, Heru-pun kembali ke pangkalan dengan melewati kuburang tersebut tanpa ada kejadian.
Di pangkalan tepat pada jam 9, teman Heru yang mendapat giliran selanjutnya berangkat mengantarkan penumpang. Heru menyarankan temannya itu untuk lewat ke kuburan agar lebih dekat dan irit bensin. Teman Heru mengiyakan dan dia mengantarkan penumpangnya itu. Teman Heru tersebut kembali ke pangkalan, dan dia berniat jahil untuk menakut-nakuti semua pengendara ojek disitu. “Barusan saya melihat sesosok tuyul di kuburan, hampir saja ketabrak” ujarnya menakuti semua teman se-ojeknya. Heru hanya cuek saja dan menghiraukan temannya itu karena sudah tahu wataknya memang suka jahil.
Waktu menunjukkan pukul 10 lebih, Heru mendapatkan penumpang terakhirnya (laki-laki). Tetapi penumpangnya itu tidak satu arah menuju rumah Heru melainkan ke kampung lainnya. Terpaksa Heru mengambil penumpang tersebut karena jika sudah jam 10 lebih sudah jarang lagi ada penumpang. Heru mengantarkan penumpang tersebut ke kampung yang jauh lebih pelosok dibanding kampungnya. Di tengah perjalanan tiba-tiba penumpang tersebut jatuh pingsan dan hampir terjatuh dari motor. Sontak saja Heru sangat kaget dan langsung menghentikan motornya. Dan di jalan tersebut sangatlah sepi tanpa ada seorangpun serta kendaraan yang melintas disana. Terlihat dari kejauhan ada cahaya yang diduga ada rumah disana. Akhirnya Heru meninggalkan motor dan penumpangnya itu dan berlari menuju rumah tersebut untuk meminta pertolongan. Tetapi sayangnya sesampainya di rumah tersebut tidak ada seorangpun yang berada disana sehingga akhirnya Heru kembali. Namun hal aneh terjadi, penumpangnya itu tidak ada. Yang ada hanya motor Heru dan di jok motornya terlihat ada sedikit darah. Heru mengelap darah tersebut dan bingung harus melakukan apa, akhirnya dia pulang ke rumahnya untuk menceritakan kejadian tersebut kepada ayah dan ibunya. Heru pulang dengan ngebut karena jaraknya masih cukup jauh. Dia juga berniat melewati kuburan yang biasa dia lewati meskipun hari sudah malam dan jam menunjukkan pukul 11 pas. Di perjalanan, tepatnya saat di kuburan, Heru mencium bau busuk yang sangat menyengat. Dia memelankan motornya karena akan melewati kuburan tersebut, tiba-tiba motornya terasa sangat berat seperti sedang membonceng penumpang. Heru menghentikan motornya sambil menoleh kebelakang, tetapi tidak ada apapun di belakangnya. Heru semakin penasaran dan mulai ketakutan, dia melirik ke semua sudut di belakangnya, tetapi tidak ada apapun dan disana hanyalah dipenuhi oleh kuburan. Akhirnya Heru berniat melanjutkan perjalanannya, tetapi motornya tiba-tiba saja mogok. Beberapa kali dia selah motornya tetap saja tidak mau menyala. Akhirnya Heru mendorong motornya, motornya terasa begitu berat seperti sedang membawa seseorang. Baru beberapa langkah mendorong motor, Heru merasa sangat cape. Diapun berhenti mendorong dan menundukkan kepalanya sambil bernafas dengan cepat. Mungkin rasa takut dan bingung yang menyelimuti Heru membuat dirinya sangat lelah. Satu menit dia menundukkan kepala dan bernafas, akhirnya Heru kembali melanjutkan perjalanan. Tetapi saat dia akan mendorong motor, tiba-tiba di depannya, tepat di depan Heru dan motornya ada pocong yang sedang melihat kearahnya. Heru kaget bukan kepalang melihat pocong tersebut. Heru langsung berlari meninggalkan motornya itu sambil berteriak minta tolong.
Sesampainya di rumah, Heru menceritakan kejadian tersebut kepada ayah dan ibunya. Ayahnya langsung pergi ke kuburan bersama dengan saudaranya untuk mengambil motor Heru yang di tinggalkan di kuburan tersebut. Namun ayah dan saudaranya tidak menemukan apapun disana, yang ada hanyalah motor Heru yang tergeletak di sana. Kejadian ini tidak pernah bisa Heru lupakan seumur hidupnya.

Cerita Hantu Pocong di Kuburan

Cerita Hantu Pocong

Cerita hantu pocong tersebut membuat saya sendiri yang menulis ceritanya sedikit merinding. Memang kuburan itu identik denga yang namanya hantu. Ada pocong, kuntilanak, genderuwo, tuyul, dan hantu-hantu menyeramkan lainnya. Selain sepi juga kuburan memang selalu gelap dan jarang ada orang. Hantu pocong dalam cerita ini bisa membuat jantung kita berdebar kencang jika kita sendiri yang mengalaminya. Semoga kalian semua terhibur dengan artikel dan cerita hantu pocong.
Read More